.comment-link {margin-left:.6em;}
Papa Yudis-Mama Fany; Kalimat-Kalimat Rekaan, Juga Doa
Jumat, Juni 19, 2009
Kamu bilang, jika seorang perempuan menikah, cincin kawinnya akan
tersemat di jari manis tangan kiri.
Dan inilah aku. Satu lelaki yang beranikan diri, 'Bolehkah cincin
hatiku melingkari jari manis tangan kirimu?'..

'Aku wanita biasa. Hanya untuk sedikit lekukan disiluet tubuhku,
aku harus lakukan banyak hal agar menjadi sedikit berisi..
Aku terima cincin hati yang kau tawarkan. Dan mohon, jangan hanya
untuk lingkari jari manis ditangan kiriku.
Tapi, bantu aku lingkari sisa hidup, bersamamu, disampingmu.'

Kamu bilang, jika kita akhirnya menikah, kamu ada banyak teman yang
ingin hadir dipernikahan kita.
Dan inilah aku, yang juga punya teman sama banyaknya dengan kamu,
ingin berikan pernikahan teramai. Dengan teman-temanmu. Teman-temanku.
Teman-teman kita..

'Tanpa harus bercerita, kamu tahu, aku suka hadir dilingkaran
banyak teman. Bahkan kamu tahu, kamu pun sebelumnya adalah bagian
dari satu lingkungan teman-temanku.
Terima kasih untuk senyum manis kamu, untuk teman-temanku,
teman-temanmu. Teman-teman kita'.

Kamu bilang, dengan tubuh mungilmu, kamu jadi ingin belajar menjahit.
Pastikan jika kamu sudah bisa, tubuh mungilmu siap terbungkus gaun
bermodel apapun. Gaun, kemeja dan kebaya favorit kesukaan kamu.
Dan ini aku, jika ada kancing kemejaku terputus sebelum waktunya,
maukah kamu menjahitkannya. Pasangkan ditempatnya semula?

'Jangan lupa. Luangkan aku saat penaku tak tertahan tumpahkan
tintanya. Luangkan aku saat 10 jariku tak lepas dari kibod.
Kamu tahu, selain hati putihmu, kecintaan terbesarku adalah pada kata-kata.
Kata-kata yang juga ikat hati kita berdua. Kata-kata yang
mengantar pertemuan-pertemuan kita'

*******

"Fany-Yudis. Suami-istri, yang lengkapi statistik jumlah keluarga di
kawasan Barito-Semarang-Jawa Tengah".
"Fany-Yudis. Pengejawantah berjodohnya blogger Semarang-Jogya. Yang
tak hanya pandai bersilaturahmi. Juga berjodoh, dihati dan dijiwa".
"Fany-Yudis. Hanya Allah SWT yang akan jaga kalian. Kabulkan doa-doa
indah kalian. Menjadi Papa-Mama putra/putri yang lahir kelak".
"Fany-Yudis. Kamera digital, hadiah jika untaian kata-kata tak penting
ini hilang, doa-doa indah yang terselip dikata-kata ini insyaallah
tidak akan hilang. Karena hanya akan dijaga Allah SWT. Hati kalian.
Menjadi pengiring agar kalian selalu, tetap dan jadi pasangan
sakinah-mawaddah-warohmah".
"Fany-Yudis. Kalimat terakhir ini, hanya untuk kalian berdua. Aku
belum punya kamera digital. Apalagi jika itu hadiah dari kalian".

More...
posted by BunSal at 3:41 PM | Permalink | 1 comments links to this post
Happy 5th Birthday To My Angelic Salwaa
Selasa, April 28, 2009
5 tahun yang lalu, Salwaa lahir dari rahim Bunda.
Disambut doa dan senyum dari Ayah, juga semua keluarga besar di
Selong, Lombok Timur, NTB.
Tak lupa doa seumur hidup di nama panjang, Hafsatusalwaa Nafi Setiyadi.

Hari ini, Salwaa sedang di sekolah. TK Ananda, kelas A. Disalah satu
pojok pertigaan desa Kalongan-Ungaran Timur sana. Kalau tidak salah,
hari ini pakai seragam kuning yaa. Semoga sempet nyambi bersih-bersih,
bantuin Mamah Ari dirumah Ungaran. Biar semakin cocok ma seragam
kuningnya. He he he

Karena Bunda juga bekerja, Bunda tidak tahu Salwaa ada pelajaran apa hari ini.

Yang pasti, pagi tadi, Ayah dan Bunda sudah titip doa yang banyak pada
Tuhan. Agar jadikan Salwaa anak sholihah. Kebanggaan orang tua.
Berguna untuk siapapun, dimanapun. Atas dan tanpa alasan sekalipun.
Hanya berharap, ketika Salwaa ingin berbuat baik, pikirkan buah dari
kebaikan tersebut hanya dan demi Salwaa sendiri. Bukan demi
siapa-siapa. Bukan berharap apa-apa.

Sudah ya Nak.
Salwaa sudah semakin besar. Dan semakin mengerti, bahwa ulang tahun
tidak mewajibkan kue, balon. Apalagi pesta.

Jika kita masih punya hati yang luas untuk berdoa, juga keyakinan
Tuhan Maha Mendengar. Kita tahu, doa kita akan didengarkan. Dus
dikabulkan.
Amin allohumma amin.

Sayang, cinta dan semua untuk Salwaa.
Dari Ayah Rinto dan Bunda Nanik.

More...
posted by BunSal at 8:27 AM | Permalink | 4 comments links to this post
Saya Ajarin Ya Bu..
Kamis, April 23, 2009

Sedikit Persembahan untuk Hari Kartini, 21 April 2009

Cindy, gadis manis 20-an tahun berucap sopan pada Bu Agus. Bu Agus
salah seorang perwakilan pengurus PKK RT 05, lingkungan RW V Kelurahan
Pedalangan Banyumanik, Semarang.
Minggu siang itu, 19 April lalu, 5 mahasiswa Unika Seogijapranata
sedang memberikan Materi Produksi Bakpao serta Cara Pemasarannya.
Cindy mewakili 5 temannya sebagai pemateri utama. Menurut Jilli, Ketua
Kelompok, ini adalah praktek Kuliah Kerja Nyata mereka. Selain Cindy
dan Jilli, masih ada Lidia, Janitra dan Aditya. Masing-masing mereka
mewakili jurusan serta akan memberikan materi sesuai jurusan yang
mereka ambil. Selain beberapa praktek produksi makanan kudapan ringan
]bakpao dan brownies kukus], masih ada Materi Cara Pembukuan Akuntasi
sederhana. Kemudian Pengenalan Internet serta Komputer.
Kembali ke Cindy, dia mengambil sejumput adonan bakpao yang sudah
cukup lentur, menekan-nekan ditelapak tangan dan menambahkan satu
bulatan adonan kacang hijau matang ditengahnya. Menutup serta mencubit
sediikit adonan agar tertutup rapat, Cindy memutar-mutar adonan dengan
kedua telapak tangan agar menutup sempurna. Adonan bakpao berisi
kacang hijau pun sudah terbentuk, bulat sempurna.
"Nah, Bu, tinggal diletakkan dinampan atau loyang. Tutupi plastik dan
kita tunggu sampai cukup mengembang. Kira-kira 20 menitan dan kita
akan siap mengukusnya, " jelas Cindy lebih lanjut.
Setelah melihat langsung petunjuk Cindy, Bu Agus dan aku sendiri
merasa cukup percaya diri untuk mencoba. Selain isi kacang hijau,
masih ada meses coklat. Dan sebagai penggemar abadi coklat, aku
langsung memberanikan diri mengisi bulatan bakpaoku dengan meses
coklat ini.
"Bulatannya tidak harus polos. Ibu-ibu bisa menambah variasi dengan
menggunting permukaannya sehingga mirip dengan punggung landak,
misalnya. Seperti ini," Cindy menambahkan penjelasan sambil langsung
mempraktekkan cara menggunting bulatan bakpao.
Menurut Cindy, variasi bentuk bisa menambah nilai jual bakpao. Tentu
saja tanpa mengesampingkan kualitas rasa.
Ibu-ibu pengurus PKK RW V, termasuk aku sendiri, cukup berbangga hati
mendapat kunjungan para adik-adik mahasiswa ini. Padahal, mengingat
bulan ini ada peringatan Hari Kartini, kampung kami sudah akan
mengadakan Lomba Toga [Tanaman Obat Keluarga] tingkat RW. Dengan 7 RT,
Lomba Toga pun sudah sangat membutuhkan persiapan dan kesiapan
masing-masing pengurus RT. Aku sendiri mewakili Pengurus RT 01 sudah
dari jauh-jauh hari mencari tahu dan memperbanyak referensi
jenis-jenis serta manfaat berbagai macam toga yang ada.
Para mahasiswa Unika Soegijapranata menambah kemeriahan silaturahmi
para pengurus RT di RW kami. Mereka menjanjikan akan ada Lomba Kreasi
Bakpao di akhir pemberian keseluruhan materi. Wow, mahasiswa yang
sangat membanggakan. Berani berkreasi di sela keharusan menyelesaikan
materi KKN mereka. Yang tentunya juga masih diselingi dengan kewajiban
kuliah serta tugas-tugas kuliah lainnya.
Untuk Cindy, Jilli, Lidia, Janitra dan Aditya, ucapan terima kasih
yang sebesar-besarnya dari kami. Para ibu di lingkungan RW V
kelurahan Pedalangan Banyumanik, Semarang.
Semoga kalian berlima sukses menuntaskan program kerja dan berhasil
memperoleh nilai terbaik. Juga sukses yang sama dan lebih untuk masa
depan kalian.

More...
posted by BunSal at 8:29 AM | Permalink | 0 comments links to this post
Susahnya Asumsi
Senin, Maret 16, 2009
Siapapun yang membaca tulisan ini mungkin sepakat, bahwa jika telinga
Anda mendengar percakapan berikut, asumsi terdekat adalah, Wow!
Benarlah sudah edannya jaman. Benarlah pula bebasnya perilaku seks
remaja kita.
Meski sedih, dari 2 kalimat itu saja, para pembaca akan tahu,
percakapan seperti apa yang sedang terjadi:

Kodok : si Nggambus aneh deh. sekali ketemu, masa bawa berita aneh
gitu. Dia bilang, pacarnya dah hamil 5 bulan dan ndak mau pulang ke
kampungnya. Sekarang, malah jadi kos ber2.
Kancil: wah...ya pantes aja. dia jadi jarang kliatan dan ilang dari
kampung sini...

Kalimat sisanya, berputar dimasalah klasik. Si perempuan yang takut
pulang kerumah dan kondisi mereka berdua yang pindah-pindah kos. Juga
ke tidak jelasan status si janin. Apakah akan lahir dengan surat nikah
kedua orangtuanya. Atau lahir, untuk sebagai saksi pernikahan orang
tuanya yang terlambat.Yang jelas hanya satu, si janin tetap tumbuh dan
akan lahir dalam 5-6 bulan kedepan.

Percakapan kedua:
Cicak : Si Fulan edan men...Skarang dah brani ngamar ma ceweknya.
Taruhan, dia sudah ketagihan tuh. Tiap minggu minta *^*&^*&^&(*
[bahasa vulgar untuk 'level' aku :(].
Kutu : Masa sih? Mang ceweknya yang mana?
Cicak : Ndak tau. Tu cewek katanya kenal dari forum chattingan. Ngajak
ketemuan, eh langsung ngamar di kota S. Sekarang mah langsung tancap.
Aku aja kaget. Mbok kalo cerita agak di bungkus gimanaaaa kek. Si
Fulan langsung bablas aja. Cerita dengan ancurnya.
Kutu : Wah.....

Tuhan. Aku sangat sedih. Aku ingin tutup telingaku, tapi tidak bisa.
Aku ingin buat mereka berhenti bicara, tapi juga tidak bisa. Aku
bahkan ingin, si N dan ceweknya bisa aku bantu menikah. Dan bisa
berikan kasih sayang yang besar, luas dan banyak untuk bayi mereka.

Bahkan, untuk setitik asumsipun sudah tak sempat.
Semua sudah jelas dan nyata. Tidak lelaki, tidak perempuan. Saat ini
semua bebas lakukan sesuatu yang harusnya belum boleh. Karena mereka
mau. Karena mereka bisa. Dan karena banyak tempat yang membuat mereka
bisa.

Dan anakku juga akan tumbuh sebagai perempuan.
Tuhan, jika hadirkan asumsi saja begitu susah, mohon mudahkan masa
depan anakku. Jaga dia dari pengaruh seks bebas. Jaga dia agar amanah
sebagai hamba-Mu. Amin. Amin. Amin

More...
posted by BunSal at 3:30 PM | Permalink | 2 comments links to this post
SCC Hari Pertama
Kamis, Februari 26, 2009
posted by BunSal at 4:07 PM | Permalink | 0 comments links to this post